Kapolsek Poleang Barat IPDA M. Yusri SH Terjun Langsung Atur Arus Kendaraan Saat Banjir Rendam Desa Rakadua Bombana

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagikan Berita

detikNews.net.com, – Bombana, Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menyebabkan banjir merendam sejumlah titik di Desa Rakadua, Kecamatan Poleang Barat. Kondisi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di jalan raya utama mengalami kemacetan panjang akibat genangan air yang cukup tinggi hingga membuat banyak kendaraan terjebak di tengah jalan.

Melihat kondisi yang semakin padat dan membahayakan pengguna jalan, Kapolsek Poleang Barat IPDA M. Yusri SH turun langsung ke lokasi banjir untuk mengatur arus kendaraan sekaligus membantu masyarakat yang kesulitan melintas. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polsek Poleang Barat tersebut mendapat apresiasi dari warga karena dinilai sigap dan peduli terhadap keselamatan masyarakat di tengah situasi darurat banjir.

Sejak pagi hari, hujan deras terus mengguyur kawasan Poleang Barat hingga debit air di beberapa saluran drainase dan sungai kecil meluap ke badan jalan. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat harus berjalan perlahan karena genangan air yang cukup tinggi dan arus air yang deras di beberapa titik rawan.

Baca Juga :  Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Area Parkiran Kampus Teknik Unhas.

Kapolsek Poleang Barat IPDA M. Yusri SH terlihat berdiri di tengah guyuran hujan sambil mengarahkan kendaraan agar tidak terjadi kemacetan total maupun kecelakaan lalu lintas. Bersama personel kepolisian lainnya, ia juga membantu pengendara yang kendaraannya mogok akibat nekat menerobos banjir.

“Kami turun langsung untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar dan masyarakat tetap aman. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujar IPDA M. Yusri SH di sela-sela pengaturan lalu lintas di lokasi banjir.

Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di kawasan banjir serta menghindari memaksakan diri menerobos genangan yang terlalu tinggi demi menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.

Situasi banjir di Desa Rakadua juga membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah rumah warga dilaporkan mulai dimasuki air, sementara beberapa pengendara memilih berhenti sementara di lokasi aman sambil menunggu debit air surut. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penanganan serius terhadap persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan tiba.

Baca Juga :  Pimpinan Cabang FKPPI Kabupaten Takalar Terbentuk

Beberapa warga mengaku salut atas tindakan cepat aparat kepolisian, khususnya Kapolsek Poleang Barat yang dinilai tidak hanya memberikan instruksi dari kantor, tetapi benar-benar hadir langsung di tengah masyarakat saat kondisi darurat terjadi.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak Kapolsek dan anggota yang sudah membantu mengatur jalan. Kalau tidak ada polisi mungkin kemacetan tambah parah dan bisa terjadi kecelakaan,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi banjir.

Banjir yang melanda Desa Rakadua ini kembali menjadi perhatian masyarakat karena dinilai sudah berulang kali terjadi setiap musim penghujan. Warga berharap adanya perbaikan sistem drainase, normalisasi saluran air, serta langkah antisipasi dari pemerintah agar banjir tidak terus menerus mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Hingga Jumat sore, aparat kepolisian bersama masyarakat masih terus berjaga di lokasi untuk memantau perkembangan debit air dan memastikan arus kendaraan tetap terkendali. Kondisi cuaca yang masih mendung membuat warga diminta tetap waspada apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Editor : Budi / Mansyur Tompo / Red

Berita Terkait

APDESI Takalar Apresiasi aplikasi Takalar One Click Inovasi Berbasis Teknologi
DUGAAN PENIPUAN JUAL BELI TANAH DI GOWA RESMI DILAPORKAN KE POLRES GOWA
Kasus Pencurian dan Pengancaman Terungkap dalam 1×24 Jam, Unit Reskrim Polsek Bajeng Amankan Dua Pelaku
Kadis Perikanan Takalar, Camat Galesong Selatan dan Kades Kaluku Bodo Terima Kunjungan BI bersama tim Peneliti Unpar dr Survei dan In Depth Interview
Audit dana CSR PLN UIW NTB diduga jadi ATM pribadi.
Kunjungan Silaturahmi Media ke KUA Pallangga, Kepala KUA Sambut Hangat dan Ramah
Kabid Pendidikan Dasar(SD) Dinas Pendidikan Gowa Sering Tidak Ada di Tempat Saat Jam Kerja.
Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Area Parkiran Kampus Teknik Unhas.
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:13 WIB

APDESI Takalar Apresiasi aplikasi Takalar One Click Inovasi Berbasis Teknologi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:23 WIB

DUGAAN PENIPUAN JUAL BELI TANAH DI GOWA RESMI DILAPORKAN KE POLRES GOWA

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kasus Pencurian dan Pengancaman Terungkap dalam 1×24 Jam, Unit Reskrim Polsek Bajeng Amankan Dua Pelaku

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:15 WIB

Kadis Perikanan Takalar, Camat Galesong Selatan dan Kades Kaluku Bodo Terima Kunjungan BI bersama tim Peneliti Unpar dr Survei dan In Depth Interview

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:11 WIB

Kunjungan Silaturahmi Media ke KUA Pallangga, Kepala KUA Sambut Hangat dan Ramah

Berita Terbaru