Pemerintah kabupaten takalar mendapat sorotan tajam oleh jaringan pertanian nasional(JPN) terkait gagal panen selama tiga tahun berturut-turut.

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 01:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagikan Berita

detiknews-net.com—Pemerintah Kabupaten Takalar mendapat sorotan tajam dari Komisariat Daerah Kabupaten Takalar Jaringan Pertanian Nasional (JPN) Kementan RI Lantaran Tiga Tahun Berturut Turut Mengalami Penurunan Hasil Produksi Pertanian Sampai Terjadi Gagal Panen dibeberapa Wilayah di kabupaten Takalar.

Tahun 2026 ini Pada Musim kemarau Krisis Kekurangan Air Yang mengakibatkan Ratusan Hektar Pertanaman Padi Menuju Kematian/Gagal Panen Hal tersebut terjadi lantaran Sungai Mengalami kekeringan sehingga petani Tidak Bisa Mengaliri lahan pertaniannya, Helmiirawan,dr,.S.Pd,.M.Si Koordinator Korda JPN Menyampaikan 9/07/2026 Menurutnya Hal Tersebut terjadi lantaran Instansi Terkait Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Ketahanan Pangan, dan Perkebunan Tidak Mampu Memberikan Langkah Soluktif Terhadap Persoalan yang dihadapi Petani.

 

“Pada tahun2024 yang lalu kami sudah mengingatkan Pihak dinas akan potensi ini tapi ditanggapi dengan remeh temeh, Akibatnya Tiga Tahun Berturut Turut Mengalami Penurunan Hasil Produksi Pertanian yang berakibat Kerugian Significant Terhadap Petani, ini menandakan Ada Ketidakmampuan Pimpinan instansi tersebut dalam menjalankan tugasnya minimal Menjaga Stabilitas Hasil Produksi Petani”ungkapnya.

 

Helmiirawan, dr,.S.Pd,.M.Si yang juga Duta Petani Milenial & Andalan Kabupaten Takalar ini Menyebutkan Bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar mestinya Bertanggung Jawab Atas Kerugian Yang dialami Petani.

 

“ini Terjadi Lantaran Pemerintah Melakukan Pembiaran Atas Kejadian Tersebut dan Harus Mengganti Kerugian Petani” ungkapnya

Baca Juga :  Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Takalar Mengucapkan selamat hari Raya idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah

Korda JPN Kab.Takalar Resmi Mengajukan RDP Ke DPRD Kab.Takalar Terkait Hal Tersebut Sebagai upaya Meminta Pertanggung jawaban Dinas Terkait dan Pemerintah secara Umum, Helmi menambahkan

 

“Perlu kami ingatkan Bahwa Bupati & Wakil Bupati dipilih oleh Rakyat Termasuk Kaum Tani  yang kurang lebih 58% dari jumlah penduduk Kabupaten Takalar Yang Taat Membayar Pajak, dan Bupati diFasilitasi dengan segala kemewahan dalam menjalankan Tugasnya, Termasuk Jalan-Jalannya Ke China, dan hari ini Petani Meminta Pertanggung jawabannya Atas Kegagalannya Menjaga Produktifitas Hasil Pertanian Petani,”

Pemerintah Kabupaten Takalar mendapat sorotan tajam dari Komisariat Daerah Kabupaten Takalar Jaringan Pertanian Nasional (JPN) Kementan RI Lantaran Tiga Tahun Berturut Turut Mengalami Penurunan Hasil Produksi Pertanian Sampai Terjadi Gagal Panen dibeberapa Wilayah di kabupaten Takalar,
Tahun 2026 ini Pada Musim Rendengan Terjadi Krisis Kekurangan Air Yang mengakibatkan Ratusan Hektar Pertanaman Padi Menuju Kematian/Gagal Panen Hal tersebut terjadi lantaran Sungai Mengalami kekeringan sehingga petani Tidak Bisa Mengaliri lahan pertaniannya, Helmiirawan,dr,.S.Pd,.M.Si Koordinator Korda JPN Menyampaikan 9/07/2026 Menurutnya Hal Tersebut terjadi lantaran Instansi Terkait Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, Ketahanan Pangan, dan Perkebunan Tidak Mampu Memberikan Langkah Soluktif Terhadap Persoalan yang dihadapi Petani,

Baca Juga :  DUGAAN PENIPUAN JUAL BELI TANAH DI GOWA RESMI DILAPORKAN KE POLRES GOWA

“2024 yang lalu kami sudah mengingatkan Pihak dinas akan potensi ini tapi ditanggapi dengan remeh temeh, Akibatnya Tiga Tahun Berturut Turut Mengalami Penurunan Hasil Produksi Pertanian yang berakibat Kerugian Significant Terhadap Petani, ini menandakan Ada Ketidakmampuan Pimpinan instansi tersebut dalam menjalankan tugasnya minimal Menjaga Stabilitas Hasil Produksi Petani”

Helmiirawan, dr,.S.Pd,.M.Si yang juga Duta Petani Milenial & Andalan Kabupaten Takalar ini Menyebutkan Bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar mestinya Bertanggung Jawab Atas Kerugian Yang dialami Petani,

“ini Terjadi Lantaran Pemerintah Melakukan Pembiaran Atas Kejadian Tersebut dan Harus Mengganti Kerugian Petani” ungkapnya
Korda JPN Kab.Takalar Resmi Mengajukan RDP Ke DPRD Kab.Takalar Terkait Hal Tersebut Sebagai upaya Meminta Pertanggung jawaban Dinas Terkait dan Pemerintah secara Umum, Helmi menambahkan

“Perlu kami ingatkan Bahwa Bupati & Wakil Bupati dipilih oleh Rakyat Termasuk Kaum Tani yang kurang lebih 58% dari jumlah penduduk Kabupaten Takalar Yang Taat Membayar Pajak, dan Bupati diFasilitasi dengan segala kemewahan dalam menjalankan Tugasnya, Termasuk Jalan-Jalannya Ke China, dan hari ini Petani Meminta Pertanggung jawabannya Atas Kegagalannya Menjaga Produktifitas Hasil Pertanian Petani”.

 

Laporan: JB

Berita Terkait

SELAMAT DATANG KEJATI BARU, JANGAN BIKIN MALU DI TANAH KELAHIRAN: USUT TUNTAS DUGAAN KORUPSI DANA HIBAH KONI RP15 MILIAR
Advokat Muda Asal Sinjai Soroti Dugaan Pengeroyokan Berujung Kematian di Morowali: Negara Wajib Menegakkan Hukum Tanpa Main Hakim Sendiri
Diduga Ingin Mendapatkan Dukungan Masyarakat Para Bazer dan Media Abal – Abal Jual Nama Kampus UIN Alauddin dan Mabes Polri
Kamu Bisa Melapor, Saya Bisa Bayar Polisi. Itulah Kata Pelaku Penganiayaan Perempuan Yang Kenyataannya Hingga Saat Ini Belum Di Tangkap
SPBU limbung diduga melakukan praktik pelansiran solar bersubsidi
APAK dan GRH Bantah Pernyataan Sekda Makassar Soal Dana Hibah KONI: Persoalan Utamanya Bukan Ada atau Tidak Ada Dasar Hukum Hibah, Tetapi Apakah Mekanismenya Sudah Memenuhi Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan?
Di Tengah Kebersamaan Rekan Media, Nasrun Dg Tarang Genap Berusia 46 Tahun
Remaja 17 Tahun Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Gowa, Korban Dieksekusi di Depan Rumah Temannya.
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:56 WIB

SELAMAT DATANG KEJATI BARU, JANGAN BIKIN MALU DI TANAH KELAHIRAN: USUT TUNTAS DUGAAN KORUPSI DANA HIBAH KONI RP15 MILIAR

Senin, 27 Juli 2026 - 17:52 WIB

Advokat Muda Asal Sinjai Soroti Dugaan Pengeroyokan Berujung Kematian di Morowali: Negara Wajib Menegakkan Hukum Tanpa Main Hakim Sendiri

Senin, 20 Juli 2026 - 19:54 WIB

Diduga Ingin Mendapatkan Dukungan Masyarakat Para Bazer dan Media Abal – Abal Jual Nama Kampus UIN Alauddin dan Mabes Polri

Senin, 20 Juli 2026 - 06:10 WIB

Kamu Bisa Melapor, Saya Bisa Bayar Polisi. Itulah Kata Pelaku Penganiayaan Perempuan Yang Kenyataannya Hingga Saat Ini Belum Di Tangkap

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:05 WIB

APAK dan GRH Bantah Pernyataan Sekda Makassar Soal Dana Hibah KONI: Persoalan Utamanya Bukan Ada atau Tidak Ada Dasar Hukum Hibah, Tetapi Apakah Mekanismenya Sudah Memenuhi Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan?

Berita Terbaru