DetikNews, Petani diKabupaten Takalar diselimuti duka mendalam, Pasalnya dua Tahun Berturut-Turut Mengalami Penurunan Hasil Panen Yang sangat Significant Bahkan dibeberapa wilayah Terjadi gagal panen bertepatan dua Tahun Kepemimpinan Kadis Tanaman Pangan,Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Takalar
hal tersebut diakibatkan Serangan Hama dan Kekurangan Air/Kekeringan, disisi lain Pihak dinas Tanaman Pangan,Holtikultura,Ketahanan Pangan dan Perkebunan Kabupaten Takalar disinyalir Tidak Peduli dengan Hal tersebut dan Berupaya menutupinya dengan Bagi-Bagi Bantuan Bibit, Tidak ada Upaya Soluktif yang dilakukan pihak dinas dalam mengatasi persoalan Tersebut, Banyak Pihak menyayangkan Dinas yang dipimpin Drs.Parawansa, Pasalnya Dinas Yang diharapkan Membantu petani dalam Meningkatkan Sektor Pertanian nyatanya Hanya sibuk Dengan Urusan Yang Bernuansa Seremoni dan Pencitraan Semata, Padahal Tahun Sebelumnya Hasil Pertanian Petani Semakin Meningkat Yang Pada Akhirnya Runtuh diTangan Mantan Camat Polut Tersebut.
Kementrian Pertanian Melalui Mentri Pertanian Amran Sulaiman Telah Menyatakan Indonesia Saat ini Swasambeda Pangan/Swasambeda Beras Yang tentunya Berdampak negatif ketika Terjadi Hal semacam ini,
dikutip di Akun Media Sosial Facebook Helmiirawan Korda JPN Kab.Takakar Mengatakan, “Dinas Tanaman Pangan Holtikultura,Ketahanan Pangan dan Perkebunan Kabupaten Takalar Tidak Mampu memberikan Langka Soluktif untuk Petani dalam Mengatasi Persoalan Menurunnya Hasil Produksi Pertanian dan Gagal Panen, ini Memperlihatkan Ketidak Mampuan Kepala dinas Mengambil langkah dan Mengarahkan Bidang-Bidangnya Untuk Mencari Solusi Persoalan Yang telah merugikan Kaum Tani,
diTempat Terpisah Ilham Petani Milenial Mengungkapkan Kekecewaannya Terhadap Kepala dinas Tanaman Pangan,Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Takalar Menurutnya Drs.Parawansa Tidak Mampu jadi Pemimpin Yang dapat membawa kemajuan disektor Pertanian,
“ini Jelas dilihat Selama Beliau Menjabat Terjadi Penurunan Hasil Produksi Petani Yang sangat Significant Lebih Baik Mundur Seperti Pepatah Makassar “Punna Tamampuako, Mundurukko Saba’ Tujai Lanupassalasa Ricappa Panjojjonu” yang artinya Kalau Tidak Mampu Mundur karna Orang banyak yang anda akan rugikan diujung Telunjuk(Kebijakan) Tegasnya.(Ran/DetikNews.net)









