detikNews.net.com, Gowa – Memanasnya Issu dugaan pelanggaran etika dan moral hingga Issu perselingkuhan (Siri’) yang menerpa Bupati Gowa Husniah Talendrang menjadi tanda tanya oleh pejuang adat Sulawesi Selatan.
Pejuang adat mempertanyakan eksistensi beberapa organisasi masyarakat lembaga adat yang ada di Sulawesi Selatan dan Khususnya di Kabupaten Gowa mengapa tidak satu pun angkat bicara dan menjadi solusi terkait masalah Siri’ (Versi Budaya Makassar) yang terkait masalah dugaan etika moral Bupati Gowa Husniah Talendrang. Hal ini diungkapkan pejuang adat Sulawesi Selatan Irwan Hasanuddin Daeng Mattiro I Tajibarani II.
Irwan sangat menyanyangkan sikap para ormas lembaga yang terlalu dingin serta hilangnya budaya dan para pejuang adat di kabupaten Gowa, yang seharusnya menjadi filter atau solusi menengahi masalah etika dan moral para pemimpin.
Irwan juga menambahkan, saya salut para pemuda dan DPRD Gowa masih bisa menempatkan budaya, etika dan agama digarda terdepan dalam eksistensinya dalam kehidupan dan melaksanakan tugas dan pokoknya dalam kehidupan sehari – hari, tambahnya.
” Seharusnya ini tidak menjadi bola liar ditengah masyarakat, mana ormas lembaga adat, seharusnya eksistensi menjadi solusi dari Issu panas yang menjadi trending topik masalah Siri’, malu saya lihat kampung leluhur saya disebut – sebut masalah ini,” ungkapnya.
Sementara itu Bupati Gowa Husniah Talendrang bakal memenuhi panggilan pansus DPRD Gowa pada tanggal 6 juli 2026 guna mendengarkan jawaban atas dugaan pelanggaran etika dan moral yang dialamatkan ke dirinya(Edy/detikNews.net)









