detiknews.net.com, Takalar – Suaib Ketua P2SP SMK Negeri 4 Kabupaten Takalar marah jika dikatakan revitalisasi yang sedang dijalankan di SMK 4 tidak berlebel. Ketua P2SP yang sering ke warkop ini tidak segan – segan mencatut nama Kejaksaan bahwa pekerjaan yang dikelolah kurang lebih Rp 900 juta lebih sudah diperiksa dan dinyatakan bagus, ungkapnya di warkop poteng Selasa (30/12).
Ketua P2SP SMK Negeri 4 Kab.Takalar ini sering mengatasnamakan Kejaksaan bahkan pernyataan itu berulang kali dikatakan setiap wartawan atau LSM yang datang ke sekolah yang alih – alih telah diuji kualitasnya oleh kejaksaan, saat dikonfirmasi.
Bahkan tindakannya yang bergaya “parlente itu” menantang hingga ke kementrian jika mulai dari kualitas pekerjaan dan bahan semua ber-SNI,dan Kejaksaan sudah memeriksa, tambahnya dengan nada bangga.
Sainuddin Mahmud Analisis Lakindo, mengungkapkan, sangat senang dengan Pencatutan atas nama Kejaksaan dan kementrian. Sainuddin mengatakan jangan sampai dua lembaga ini ada apa-apa dengan ketua P2SP, saya melihat sekolahnya bahannya biasa – biasa saja, apa lagi sempat menantang uji kualitas bahan bangunan dengan lebel SNI kesiapa saja termasuk wartawan, ungkapnya.
Sainuddin menambahkan, dalam waktu dekat kami akan menyurat Ke Kajati Sulawesi Selatan terkait permintaan Ketua P2SP yang ingin menguji Lebel bahan SNI, termasuk Pencatutan nama atas nama Kejaksaan, Kami juga meminta Kejagung mengejar pernyataan P2SP jangan sampai anggaran revitalisasi ini diduga Diback up langsung oleh kejaksaan atau ada dana yang mengalir ke oknum, tambahnya.(RAN/detiknews.net.com)









