Dugaan Korupsi Disdik Sulsel Bermotif Anggaran Dana Boss 2025 Negara Diduga Rugi Hingga Puluhan Milyar Rupiah

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagikan Berita

detiknews.net.com, Makassar – Lembaga Analisis Anti Korupsi Indonesia (Lakindo) mencium adanya dugaan Korupsi dana Boss tahun anggaran 2025 yang nilai hingga milyaran rupiah.

Dugaan tersebut muncul setelah melakukan analisis terkait penggunaan dana Boss untuk pembelajaran tambahan dengan berbagai bidang studi pada tahun 2025.

Instrumen itu diduga dikeluarkan Kabid GTK AS sepengetahuan ⁰Kadis Pendidikan Sulsel HI (inisial,red) untuk menekankan ke sekolah mengenai pembelajaran tambahan dengan nilai Rp 10 juta rupiah permata pelajaran dan bahkan ada yang dibebankan hingga 5 mata pelajaran dengan total 50 juta rupiah per-sekolah.

Baca Juga :  Lakindo Cium Aroma Dugaan Korupsi Dana Boss 323 Sekolah SMK dan SMA Disdikbud Sulsel TA 2025

Tidak hanya itu sekolah juga diharuskan ikut English Camp dengan beban biaya Rp 15 juta per-sekolah ditambah lagi honor pengajar Rp 250 ribu per-empat puluh lima menit dengan hitungan perjam dan perhari.

Nilai yang cukup fantastis, perlu audit khusus oleh BPK karena diduga telah merugikan negara milyaran rupiah yang dananya bersumber oleh Dana Boss Tahun anggaran 2025.

Baca Juga :  Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Area Parkiran Kampus Teknik Unhas.

Irwan Direktur Lakindo yang ditemui Jumat (2/01) di Makassar, mengungkapkan, data ini sudah lengkap kami akan ajukan sebagai bahan laporan ke Kejaksaan Tinggi.

” Tunggu saja tinggal endingnya APH kami akan serahkan, mudah – mudahan pihak Kejati mampu membongkar dugaan tersebut dan menyeret siapa saja yang terlibat, Tambahnya.(Bersambung/Ris/detiknews.net.com)

 

 

Berita Terkait

Pelatihan Pengelolaan Asset Desa dan Dampak Korupsi Tahun 2026 50 Desa SE Kabupaten Takalar Siap Sukseskan Kopdes Merah Putih
DUGAAN PENIPUAN JUAL BELI TANAH DI GOWA RESMI DILAPORKAN KE POLRES GOWA
Kasus Pencurian dan Pengancaman Terungkap dalam 1×24 Jam, Unit Reskrim Polsek Bajeng Amankan Dua Pelaku
Audit dana CSR PLN UIW NTB diduga jadi ATM pribadi.
Kunjungan Silaturahmi Media ke KUA Pallangga, Kepala KUA Sambut Hangat dan Ramah
Kabid Pendidikan Dasar(SD) Dinas Pendidikan Gowa Sering Tidak Ada di Tempat Saat Jam Kerja.
Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Area Parkiran Kampus Teknik Unhas.
Klarifikasi Kasus Laporan Perzinahan Herman Taruna – Darliana,penyidik : Proses Berjalan, Terkendala Kehadiran Saksi
Berita ini 30 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:01 WIB

Pelatihan Pengelolaan Asset Desa dan Dampak Korupsi Tahun 2026 50 Desa SE Kabupaten Takalar Siap Sukseskan Kopdes Merah Putih

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:23 WIB

DUGAAN PENIPUAN JUAL BELI TANAH DI GOWA RESMI DILAPORKAN KE POLRES GOWA

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kasus Pencurian dan Pengancaman Terungkap dalam 1×24 Jam, Unit Reskrim Polsek Bajeng Amankan Dua Pelaku

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:55 WIB

Audit dana CSR PLN UIW NTB diduga jadi ATM pribadi.

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:11 WIB

Kunjungan Silaturahmi Media ke KUA Pallangga, Kepala KUA Sambut Hangat dan Ramah

Berita Terbaru