detiknews.net.com, Makassar – Lembaga Analisis Anti Korupsi Indonesia (Lakindo) mencium adanya dugaan Korupsi dana Boss tahun anggaran 2025 yang nilai hingga milyaran rupiah.
Dugaan tersebut muncul setelah melakukan analisis terkait penggunaan dana Boss untuk pembelajaran tambahan dengan berbagai bidang studi pada tahun 2025.
Instrumen itu diduga dikeluarkan Kabid GTK AS sepengetahuan ⁰Kadis Pendidikan Sulsel HI (inisial,red) untuk menekankan ke sekolah mengenai pembelajaran tambahan dengan nilai Rp 10 juta rupiah permata pelajaran dan bahkan ada yang dibebankan hingga 5 mata pelajaran dengan total 50 juta rupiah per-sekolah.
Tidak hanya itu sekolah juga diharuskan ikut English Camp dengan beban biaya Rp 15 juta per-sekolah ditambah lagi honor pengajar Rp 250 ribu per-empat puluh lima menit dengan hitungan perjam dan perhari.
Nilai yang cukup fantastis, perlu audit khusus oleh BPK karena diduga telah merugikan negara milyaran rupiah yang dananya bersumber oleh Dana Boss Tahun anggaran 2025.
Irwan Direktur Lakindo yang ditemui Jumat (2/01) di Makassar, mengungkapkan, data ini sudah lengkap kami akan ajukan sebagai bahan laporan ke Kejaksaan Tinggi.
” Tunggu saja tinggal endingnya APH kami akan serahkan, mudah – mudahan pihak Kejati mampu membongkar dugaan tersebut dan menyeret siapa saja yang terlibat, Tambahnya.(Bersambung/Ris/detiknews.net.com)









