Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni Kembali Turun Langsung Meninjau Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) kali ini di Kalimantan Barat

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagikan Berita

detikNewsnet.com, Kalimantan Barat – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni kembali turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kali ini di Kalimantan Barat. Menhut Raja Antoni mengatakan saat ini titik hotspot di Kalbar mengalami penurunan.

Hal ini disampaikan Menhut Raja Antoni saat melakukan pengecekkan di Rasau Jaya Satu, kabupaten kubu raya, Kalbar, Senin (24/8/2026). Menhut Raja Antoni didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan, BMKG, jajaran TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, hingga Masyarakat Peduli Api.

Menhut Raja Antoni mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) per pukul 23.59 malam (23/8), jumlah titik panas (hotspot) di Kalbar telah turun menjadi 28 titik. Angka tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan 16 titik di Ketapang, 11 titik di Melawi, dan 1 titik di Kubu Raya.

Baca Juga :  UPT SMP Negeri 2 Kabupaten Takalar Mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 81

“Kalbar sendiri ya, Kalbar 28 hotspot. Yang terbanyak itu di Ketapang 16, kemudian di Melawi 11, dan 1 ada di Kubu Raya,” kata Menhut Raja Antoni.

Meski hotspot menurun, Menhut Raja Antoni mengingatkan kondisi tersebut tidak berarti persoalan asap telah selesai. Saat meninjau lokasi, tidak terlihat ada lagi api di permukaan, namun asap masih terlihat. Menurut Menhut Raja Antoni kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik lahan gambut yang membuat pembakaran tidak sempurna.

“Tidak adanya hotspot tidak berarti aman dari asap. Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral,” ujarnya.

Baca Juga :  Perundungan Santri Mengaji di Masjid Agung Takalar

Menhut Raja Antoni juga menyebut penurunan hotspot tidak hanya terjadi karena operasi di darat, tetapi didukung kerja bersama berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, dan para relawan.

Disebutkan perkembangan hotspot secara nasional juga menunjukkan pergeseran. Jika beberapa hari atau minggu sebelumnya hotspot terbanyak berada di Kalimantan, namun berdasarkan data (23/8) malam, jumlah terbanyak justru tercatat di Sumatera. Sumatera Selatan mencapai 127 hotspot, Riau 54, dan Jambi 47.

“Data lapangan sangat dinamis secara nasional, karena memang ini sangat sulit diprediksi,” katanya.(Biro Kalbar/detikNewnet.com)

Berita Terkait

APAK–GRH GERUDUK KEJARI MAKASSAR: KASUS HIBAH KONI Rp15 MILIAR HARUS DIBONGKAR TUNTAS, MINTA PERIKSA SEMUA Cabor, TELUSURI LPJ DAN BEBASKAN PENANGANAN DARI KONFLIK KEPENTINGAN
Mahasiswa KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar Posko 4 Gelar Seminar Program Kerja di Desa Galesong Baru
Polres Jeneponto tuai kecaman akibat LP ani(36)
kEPALA BIRO PENGAWASAN APKAN(ALIANSI PEMANTAU KINERJA APARATUR NEGARA) HADDING LINCE ANGKAT BICARA TERKAIT TEMUAN PENIMBUNAN SOLAR BERSUBSIDI DI KOLAKA INDUK.
GRH Soroti Rangkaian Pertemuan Kajari Makassar: Foto Ketua KONI, Wali Kota dan Pejabat Kejaksaan Jadi Perhatian Publik
Aktivitas tambang ilegal di kab.kolaka induk terkesan kebal hukum,aparat jangan tutup mata
GRH Soroti Foto Ketua KONI Makassar Bersama Kajari: Jangan Sampai Penanganan Kasus Hibah Rp15 Miliar Terpengaruh Kedekata
Lakindo – Awak Media Apresiasi Kanit Reskrim Ipda Kamaludin Polsek Bahadopi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni Kembali Turun Langsung Meninjau Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) kali ini di Kalimantan Barat

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:26 WIB

APAK–GRH GERUDUK KEJARI MAKASSAR: KASUS HIBAH KONI Rp15 MILIAR HARUS DIBONGKAR TUNTAS, MINTA PERIKSA SEMUA Cabor, TELUSURI LPJ DAN BEBASKAN PENANGANAN DARI KONFLIK KEPENTINGAN

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Mahasiswa KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar Posko 4 Gelar Seminar Program Kerja di Desa Galesong Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Polres Jeneponto tuai kecaman akibat LP ani(36)

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:31 WIB

kEPALA BIRO PENGAWASAN APKAN(ALIANSI PEMANTAU KINERJA APARATUR NEGARA) HADDING LINCE ANGKAT BICARA TERKAIT TEMUAN PENIMBUNAN SOLAR BERSUBSIDI DI KOLAKA INDUK.

Berita Terbaru

Uncategorized

Polres Jeneponto tuai kecaman akibat LP ani(36)

Jumat, 21 Agu 2026 - 15:36 WIB